Rabu, 08 APRIL 2026 • 18:00 WIB

Jangan Cuma Fokus Skripsi! Ini 4 Syarat Wajib untuk Mahasiswa agar Lulus S1 Tepat Waktu

Author

Ilustrasi mahasiswa memantau Kartu Hasil Studi (KHS) (Freepik)

INDOZONE.ID - Menjadi mahasiswa tingkat akhir sering kali terasa menegangkan. Banyak yang berpikir bahwa kelulusan hanya ditentukan oleh skripsi, padahal ada berbagai syarat lain yang tidak kalah penting.

Jika satu saja terlewat, kelulusan bisa tertunda bahkan berisiko terkena Drop Out (DO). Agar tidak terjebak dalam status “mahasiswa abadi”, berikut adalah 4 syarat yang wajib kamu penuhi.

Baca juga: Mahasiswa UM Hadirkan Harapan Lewat Mural, Anak Panti Diajak Berani Bermimpi

1. Memenuhi Minimal 144 SKS

Setiap mahasiswa jenjang S1 umumnya diwajibkan untuk menyelesaikan beban studi minimal 144 SKS (Satuan Kredit Semester). SKS merupakan akumulasi dari seluruh mata kuliah yang telah kamu ambil.

Perlu diingat bahwa tidak cukup jika hanya sekadar mengambil banyak mata kuliah. Kamu harus benar-benar lulus dari mata kuliah tersebut agar SKS-nya terhitung sebagai beban studi yang telah ditempuh

Sering kali mahasiswa tidak menyadari bahwa jumlah SKS mereka masih kurang karena ada mata kuliah yang terlewat atau belum diambil.

Mahasiswa sebaiknya selalu pantau Kartu Hasil Studi (KHS) atau transkrip nilai sementara secara berkala untuk memastikan jumlah SKS sudah memenuhi syarat kelulusan.

2. Memastikan Tidak Ada Nilai D atau E

Nilai akademik adalah indikator utama yang menentukan kelayakan seorang mahasiswa untuk lulus. Jika mendapatkan nilai E, berarti kamu tidak lulus dan wajib mengulang mata kuliah tersebut.

Sementara nilai D biasanya dianggap kurang memenuhi standar kompetensi dan banyak kampus yang tidak memperbolehkan nilai D ada di transkrip akhir, atau setidaknya membatasi jumlahnya.

Jika nilai-nilai tersebut tidak diperbaiki, kamu tidak akan bisa mengajukan kelulusan meskipun jumlah SKS sudah mencapai 144.

Segara ambil program remedial atau mengulang mata kuliah yang bermasalah sebelum kamu memasuki semester-semester akhir studi.

Baca juga:  Mahasiswa UM Raih Mawapres 2026, Gagas Program Kesehatan “NAPAS RIMBA” untuk Turunkan Angka Penyakit ISPA

3. Mencapai Target Skor Bahasa (TOEFL/TOEIC)

Saat ini, banyak perguruan tinggi yang mewajibkan sertifikat kemampuan bahasa Inggris sebagai syarat kelulusan. Standar skor yang ditetapkan tiap kampus berbeda-beda, namun umumnya berkisar antara 400 hingga 500+.

Tes tersebut bertujuan mengukur kemampuan dasar bahasa Inggris mahasiswa. Penting untuk memperhatikan masa berlaku sertifikat, karena hasil tes yang sudah terlalu lama mungkin tidak dapat digunakan lagi.

Lakukanlah latihan dan ambil tes sejak awal semester akhir agar jika skor belum memenuhi target, kamu masih memiliki banyak waktu untuk mengulang tanpa menghambat kelulusan.  

4. Menyelesaikan KKN atau Magang

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) atau magang merupakan bentuk penerapan ilmu di lapangan yang sering menjadi syarat wajib.

KKN biasanya berfokus pada pemberdayaan masyarakat, sedangkan magang memberikan pengalaman kerja profesional di perusahaan atau instansi.

Baca juga: FT UM Gandeng Perusahaan Jepang, Mahasiswa Bisa Magang dengan Gaji Rp22 Juta per Bulan

Syarat ini baru dianggap selesai jika kamu sudah menyerahkan laporan akhir dan mendapatkan penilaian resmi. Jika laporan tidak dikumpulkan, kamu dianggap belum memenuhi syarat kelulusan.

Pastikan seluruh urusan administrasi dan laporan akhir sudah disetujui serta ditandatangani oleh dosen pembimbing.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU