Sabtu, 18 APRIL 2026 • 13:52 WIB

Serangan Hacker Makin Marak, Saatnya Lirik Jurusan Cyber Security!

Author

Ilustrasi mahasiswa jurusan cyber security (Freepik)

INDOZONE.ID - Di era digital yang serba terhubung seperti sekarang, ancaman dari peretas atau hacker menjadi masalah yang semakin serius dan rumit.

Serangan siber kini telah menjadi hal lumrah. Setiap hari ada saja kasus tentang membobol data pribadi, merusak sistem, atau mencuri informasi penting milik perusahaan melalui metode seperti phishing dan ransomware.

Kebutuhan akan tenaga ahli di bidang keamanan siber atau cyber security kini sangat tinggi. Jika kamu tertarik untuk menjaga keamanan dunia digital, jurusan ini dapat menjadi bahan pertimbangan yang cocok untukmu. 

Baca juga: Bazar Urban Iftar 2026 Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas Lewat Workshop dan Digital Marketing

Apa Saja yang Akan Dipelajari?

Kuliah di jurusan cyber security tidak hanya belajar soal teori, tetapi juga membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis untuk menghadapi penjahat digital. Berikut adalah beberapa materi yang akan dipelajari oleh mahasiswa:

1. Pengenalan Keamanan Jaringan

Materi tersebut merupakan fondasi awal di mana mahasiswa akan mempelajari cara kerja jaringan komputer secara mendalam serta metode untuk melindunginya.

Fokus utamanya adalah memahami berbagai potensi bahaya yang ada dalam jaringan dan menghetahui strategi untuk menjaga agar data yang dikirimkan melalui internet tetap aman dan tidak disalahgunakan oleh pihak lain.

2. Serangan Siber dan Strategi Menghadapinya

Mahasiswa akan membedah berbagai jenis ancaman digital yang populer dan berbahaya, seperti phishing (penipuan identitas), ransomware (pemerasan data), hingga DDoS (serangan yang melumpuhkan sistem).

Mata kuliah ini juga mengajarkan cara teknis untuk melawan serangan menggunakan berbagai alat proteksi, pengaturan firewall, dan teknik enkripsi untuk mengamankan informasi. 

Baca juga: Berkomitmen Latih Pakar Siber Masa Depan Indonesia, Unhan RI Jalin Kerja Sama dengan Thales

3. Pengujian Keamanan Sistem (Penetration Testing)

Mahasiswa dilatih untuk memiliki keterampilan teknis dalam menemukan titik lemah atau celah pada sebuah sistem sebelum dimanfaatkan oleh peretas.

Melalui simulasi pengujian atau penetration testing, mahasiswa dapat mengukur seberapa kuat pertahanan sebuah sistem dan memberikan rekomendasi perbaikan yang diperlukan.

4. Keamanan Aplikasi dan Infrastruktur Cloud

Seiring dengan banyaknya organisasi yang beralih ke layanan berbasis awan, mahasiswa akan dibekali pemahaman mengenai cara melindungi aplikasi dan data yang tersimpan di lingkungan cloud.

Materi yang dipelajari mencakup teknik pengamanan aplikasi organisasi agar terhindar dari akses ilegal serta menjaga integritas data di server pusat.

Baca juga: Calon Mahasiswa Wajib Tahu! Arah Baru Materi UTBK SNBT 2026

5. Keamanan Data dan Forensik Digital

Ketika sebuah serangan atau pelanggaran data terjadi, diperlukan kemampuan untuk melacak pelakunya.

Mahasiswa akan mempelajari forensik digital, yaitu teknik investigasi untuk mengidentifikasi jejak digital peretas, menyelidiki penyebab kebocoran data, serta mengumpulkan bukti-bukti digital yang akurat untuk melacak pelaku kejahatan siber.

6. Pembelajaran Praktis dengan Teknologi Terkini

Seluruh materi didukung dengan pembelajaran praktis yang melibatkan studi kasus nyata dan proyek untuk mengasah kemampuan analisis serta pemecahan masalah.

Selain itu, mahasiswa diberikan akses langsung ke berbagai perangkat lunak dan teknologi terbaru yang umum digunakan oleh para profesional di lapangan, seperti alat untuk pengujian keamanan hingga sistem pelacakan jejak serangan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Esaunggul.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU