Rabu, 13 MEI 2026 • 18:00 WIB

Mikrot, Inovasi Mahasiswi UNY yang Ubah Daun Krokot Jadi Mie Kremez Kaya Nutrisi

Author

Mi Krokot, Inovasi Mahasiswa D4 Tata Boga UNY (uny.ac.id)

INDOZONE.ID - Gina Rahmah Maulidiyah, mahasiswi dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), menciptakan produk mi inovatif bernama “Mikrot”.

Produk yang dibuat bukan mi biasa pada umumnya, melainkan camilan unik mi kremez yang memanfaatkan daun krokot sebagai bahan baku utamanya.

Gina, yang merupakan mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan (D4) Tata Boga di Fakultas Vokasi UNY, melihat adanya peluang pada tanaman krokot yang sering kali hanya dianggap sebagai gulma atau tanaman liar tidak berharga.

Melalui tangannya, tanaman yang tumbuh subur di berbagai tempat ini dapat disulap menjadi produk kuliner bernilai ekonomi tinggi. 

Baca juga: Inovasi Mahasiswa USU Dongkrak Ekonomi Desa Cempa Lewat Inovasi Teknologi dan Ekonomi

Proses Pengolahan dan Karakteristik Mikrot 

Produk Mikrot dikembangkan dengan konsep mi kremez yang memiliki tekstur renyah. Dalam proses pembuatannya, Gina menggunakan teknik yang terinspirasi dari hidangan tradisional Tiongkok yang sudah populer di berbagai penjuru Asia, termasuk Jepang dan Korea.

Proses produksinya melibatkan dua tahap utama, yaitu pengukusan (steaming) untuk mematangkan adonan mi yang telah dicampur tepung daun krokot, lalu dilanjut dengan penggorengan rendam (deep frying) untuk mendapatkan tingkat kegaringan sempurna.

Kandungan Nutrisi dan Manfaat Kesehatan

“Alasan memilih daun krokot sebagai bahan substitusi produk mie kremez ada beberapa pertimbangan, termasuk manfaat fungsionalnya. Secara nutrisi, daun krokot memiliki kandungan senyawa bioaktif yang relatif tinggi,” ungkapnya.

Berdasarkan risetnya, daun krokot diketahui mengandung senyawa bioaktif yang tinggi, seperti asam lemak omega-3 (asam α-linolenat), vitamin A, serta vitamin C. Mikrot juga mengandung antioksidan alami seperti flavonoid dan betalain.

Kandungan-kandungan ini memberikan manfaat kesehatan tambahan bagi konsumennya, mulai dari membantu menangkal radikal bebas hingga meningkatkan kekuatan sistem imun tubuh.

“Harapannya, masyarakat dapat melihat tanaman bukan hanya dari namanya, tetapi juga memahami fungsi dan manfaatnya bagi kesehatan maupun lingkungan,” tuturnya. 

Gina Rahmah Maulidiyah (uny.ac.id)

Baca juga: Angkat Isu TBC di Lingkungan Kerja, Mahasiswa UNAIR Raih Prestasi di UGM Public Health Hackathon 2026

Mendukung Pembangunan Berkelanjutan 

Inovasi Mikrot tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan, tetapi juga mendukung misi global melalui Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). 

Langkah Gina dalam mendiversifikasi pangan lokal sejalan dengan SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).

Dengan memanfaatkan bahan baku melimpah yang sempat terabaikan, Mikrot menjadi bukti nyata peran mahasiswa dalam menghadirkan solusi kreatif bagi permasalahan pangan dan ekonomi masyarakat.

Baca juga: Sulap Kaos Lama Jadi Karya Bernilai, IKAWA UK Petra Gelar Workshop Jumputan Kreatif

Melalui produk Mikrot, nilai tambah dari tanaman krokot meningkat drastis, sekaligus mempromosikan gaya hidup sehat dengan mengonsumsi bahan-bahan alami yang ada di sekitar kita.

Inovasi tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih mengoptimalkan sumber daya hayati lokal demi masa depan lebih berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Uny.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU