Rabu, 20 MEI 2026 • 12:10 WIB

Itera Hadirkan PosyanduKu, Inovasi Digital untuk Pantau Kesehatan Ibu dan Balita

Author

Mahasiswa Itera memberikan pendampingan teknik kepada warga mengenai aplikasi PosyanduKu (itera.ac.id)

INDOZONE.ID - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Program Studi Teknik Informatika, Institut Teknologi Sumatera (Itera), menggelar kegiatan digitalisasi layanan kesehatan di Desa Way Huwi, Posyandu Mawar 4.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 12 Mei 2026 lalu berfokus untuk memperkuat sistem pemantauan kesehatan bagi ibu dan anak balita dengan memanfaatkan inovasi teknologi bernama aplikasi PosyanduKu

Baca juga: UPH Soroti Malpraktik, Hukum Kesehatan Disorot

Aplikasi PosyanduKu dirancang oleh tim dosen Teknik Informatika Itera sebagai solusi untuk mengubah metode pencatatan manual yang selama ini digunakan menjadi sistem digital yang terintegrasi.

Program dikomandoi oleh Eko Dwi Nugroho, S.Kom., M.Cs., bersama tim dosen lainnya, yaitu Aidil Afriansyah, Muhammad Habib Algifari, Ilham Firman Ashari, Amirul Iqbal, Miranti Verdiana, Alya Khairunnisa Rizkita, Hafiz Budi Firmansyah, dan Arkham Zahri Rakhman.

Untuk memastikan teknologi tersebut mudah dipahami masyarakat, para mahasiswa seperti Muklis Mustaqim, Faris Pratama, dan Aditya Wahyu Suhendar turut dilibatkan dalam memberikan pendampingan teknis.

Melalui penggunaan aplikasi tersebut, para kader posyandu kini memiliki alat canggih di genggaman mereka.

PosyanduKu memungkinkan pengelolaan data ibu hamil dan pemantauan tumbuh kembang balita dilakukan secara lebih presisi sesuai dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). 

Posyandu Mawar 4 , di Desa Way Huwi (itera.ac.id)

Baca juga: Sapu Bersih Ajang KGSI 2026, Mahasiswa USU Hadirkan Solusi Pendidikan Digital Modern Berbasis AI

Selain itu, pengaturan jadwal imunisasi kini menjadi lebih sistematis karena semua data tersimpan rapi dalam perangkat seluler. 

Salah satu fitur unggulan yang sangat membantu adalah kemampuan aplikasi untuk tetap beroperasi tanpa koneksi internet (offline-first), sehingga kendala sinyal di lapangan tidak akan menjadi penghambat pelayanan.

Kehadiran inovasi PosyanduKu juga mendapat sambutan hangat dari bidan desa serta masyarakat setempat.

Digitalisasi ini dinilai sangat membantu dalam mempercepat deteksi dini terhadap risiko kesehatan yang dapat dialami ibu maupun balita.

Data yang dikumpulkan melalui aplikasi juga dirancang agar dapat langsung terhubung dengan dashboard pemantauan di fasilitas pelayanan kesehatan, sehingga koordinasi medis menjadi lebih cepat. 

Baca juga: Tim Medis Siaga Penuh! Peserta UTBK di Universitas Brawijaya Tetap Bisa Ujian Meski Sakit

Eko Dwi Nugroho menjelaskan bahwa program ini tidak berhenti begitu saja. Pihak Itera akan terus memberikan pendampingan berkelanjutan dan melakukan penyempurnaan sistem berdasarkan masukan dari para pengguna selama aplikasi diimplementasikan.

Upaya yang dilakukan merupakan bentuk komitmen nyata Itera dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu membawa manfaat teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat luas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Itera.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU