Selasa, 02 JUNI 2026 • 17:20 WIB

Angkat Potensi Tanaman Lokal, Mahasiswa UAJY Kembangkan Hair Mist Rambut Aromaterapi Anti Lepek

Author

Tim mahasiswa Fakultas Teknobiologi (FTb) dan Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), berhasil meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K). (lldikti5.kemdiktisaintek.go.id)

INDOZONE.ID - Tim mahasiswa lintas fakultas dari Fakultas Teknobiologi (FTb) dan Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), berhasil memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) 2026 dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (BELMAWA), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Pendanaan tersebut diberikan untuk pengembangan inovasi produk hair mist berbahan ekstrak parijoto, yang dirancang sebagai aromaterapi rambut dengan memanfaatkan teknologi tribo-aroma.

Tim tersebut dipimpin oleh Chardia Nectarina Amandava Nugrahati, mahasiswa Fakultas Teknobiologi angkatan 2024, di bawah bimbingan dosen Program Studi Teknologi Pangan, Brigitta Laksmi Paramita.

Dalam pelaksanaannya, Chardia bekerja sama dengan Agustina Ayu Caesara Cipta Kurnia, Elisabet Listya Ayuningtyas Nastiti, Jessica Anastasia Yudianto, serta Isabella Evangeline dari Fakultas Bisnis dan Ekonomika.

Baca juga: Inovasi Keren Mahasiswa UNY! Gel dari Cangkang Keong Bantu Cegah Gigi Berlubang

Melalui proposal berjudul “Inovasi Produk Hair Mist Berbasis Ekstrak Parijoto dengan Teknologi Tribo-Aroma sebagai Produk Aromaterapi Rambut”, tim berupaya menghadirkan produk perawatan rambut berbahan alami yang memiliki nilai tambah sekaligus dapat dikembangkan secara komersial.

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan kompetisi nasional tahunan yang bertujuan mendorong mahasiswa menghasilkan karya kreatif, inovatif, dan aplikatif di berbagai bidang.

Menurut Brigitta, proses penyusunan proposal dimulai sejak Maret 2026 dan melewati tahap seleksi internal di tingkat universitas, sebelum diajukan ke sistem SIMBELMAWA.

Dari total 21 proposal yang dikirimkan UAJY, tim yang dipimpin Chardia ini berhasil lolos hingga tahap pendanaan yang diumumkan pada Mei 2026.

Baca juga: Kurban Sampai Pelosok! UNS Distribusikan 166 Kambing dan 13 Sapi ke Berbagai Daerah

Ia mengungkapkan bahwa keberhasilan tersebut tidak datang secara instan. Tahun sebelumnya, ia bersama tim pernah mengikuti skema Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta (PKM-RE), namun belum berhasil memperoleh pendanaan.

Pengalaman tersebut kemudian mereka jadikan bekal untuk mencoba kembali melalui jalur kewirausahaan.

Ide produk yang mereka kembangkan berawal dari kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Wisata Turgo, tempat mereka menemukan potensi tanaman parijoto yang belum dimanfaatkan secara optimal oleh warga setempat.

Awalnya, beberapa dari kita pernah ikut pengabdian di Desa Wisata Turgo. Di sana ada banyak tanaman buah parijoto dan daun teh, tetapi warga setempat belum tahu kandungan dan kegunaan lain dari tanaman, selain sebagai campuran teh. Ternyata setelah mencari di jurnal, memang parijoto memiliki kandungan antioksidan dan antimikroba,” jelasnya.

Baca juga: Atlet Panahan UNAIR Tunjukkan Taring, Sabet Emas dan Total 6 Medali di Piala Walikota Surabaya 2026

Selain melihat potensi bahan baku lokal, tim juga berangkat dari persoalan yang sering dialami mahasiswa sehari-hari.

Elisabet menjelaskan bahwa banyak pengguna sepeda motor, terutama perempuan, mengalami rambut lepek dan kurang segar setelah mengenakan helm dalam waktu lama.

Dari permasalahan tersebut, lahirlah gagasan mengembangkan hair mist berbahan ekstrak parijoto yang dipadukan dengan teknologi tribo-aroma.

Teknologi tersebut memanfaatkan gerakan alami akar rambut yang didukung ekstrak daun teh untuk menghasilkan aroma harum secara bertahap tanpa memerlukan alat tambahan.

Baca juga: Jangan Ragu! Lulusan SMK Punya Peluang Emas Tembus Perguruan Tinggi Impian

Sebagai program yang berorientasi pada kewirausahaan, tim turut melibatkan mahasiswa Fakultas Bisnis dan Ekonomika dalam penyusunan strategi pemasaran, analisis SWOT, hingga perencanaan pengembangan usaha agar produk memiliki peluang untuk dipasarkan secara luas.

Saat ini, tim telah memasuki tahap pelaksanaan program, mulai dari penyusunan agenda kerja, bimbingan teknis, hingga pengurusan izin penggunaan laboratorium.

Salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah proses pemenuhan regulasi dan perizinan kosmetik agar produk dapat memperoleh izin edar secara resmi.

Brigitta berharap keberhasilan tim meraih pendanaan PKM-K dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan berkolaborasi lintas disiplin ilmu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Lldikti5.kemdiktisaintek.go.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU