Jumat, 19 JUNI 2026 • 16:20 WIB

Gandeng KrediOne, UNJA Soroti Pentingnya Literasi Keuangan Cegah Pinjol Ilegal dan Judi Online

Author

Seminar Nasional bertema State, Fintech, and Digital Society: Percepatan Transformasi Ekosistem Digital Indonesia di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jambi (UNJA).

INDOZONE.ID - Peningkatan literasi dan inklusi keuangan dinilai menjadi fondasi penting di tengah pesatnya perkembangan ekonomi dan layanan keuangan digital. 

Pemahaman yang baik terhadap layanan keuangan dinilai dapat membantu masyarakat memanfaatkan inovasi digital secara bijak, bertanggung jawab, dan produktif, sekaligus menghindari berbagai risiko keuangan ilegal.

Isu tersebut menjadi salah satu fokus dalam Seminar Nasional bertema State, Fintech, and Digital Society: Percepatan Transformasi Ekosistem Digital Indonesia yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jambi pada 18 Juni 2026. 

Kegiatan itu menjadi ruang dialog antara regulator, industri, akademisi, dan generasi muda untuk membahas perkembangan ekosistem digital di Indonesia.

Seminar menghadirkan Asisten Manajer Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi Romi Septriandi, Direktur Utama KrediOne sekaligus Ketua Bidang Humas Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Kuseryansyah, serta Ketua Jurusan Ilmu Politik dan Ilmu Pemerintahan Universitas Jambi Rio Yusri Maulana. 

Kegiatan juga dihadiri akademisi, mahasiswa, dan sejumlah pemangku kepentingan dari Pemerintah Provinsi Jambi.

Baca juga: Olah Limbah Jadi Pakan Ikan Bernutrisi, Mahasiswa UNJA Raih Gold Medal National Business Plan Competition 8

Selain membahas perkembangan industri keuangan digital, seminar tersebut menekankan pentingnya kolaborasi antara regulator, industri, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam membangun ekosistem digital yang inklusif, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. 

Edukasi mengenai literasi keuangan dan kewaspadaan terhadap aktivitas ilegal, seperti pinjaman online ilegal dan judi online, juga menjadi perhatian utama.

Dalam pemaparannya, Kuseryansyah mengatakan perkembangan fintech tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi juga kemampuan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun kolaborasi yang kuat dan mengedepankan perlindungan konsumen.

"Transformasi digital tidak hanya berbicara tentang adopsi teknologi, tetapi juga tentang bagaimana teknologi mampu menciptakan akses yang lebih luas terhadap peluang ekonomi. Karena itu, pembangunan ekosistem digital yang sehat membutuhkan kolaborasi yang erat antara regulator, industri, institusi pendidikan, dan masyarakat agar inovasi dapat tumbuh seiring dengan perlindungan konsumen dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Kuseryansyah.

Menurutnya, Pinjaman Daring (Pindar) memiliki peran strategis dalam memperluas akses keuangan, terutama bagi masyarakat dan pelaku UMKM yang belum sepenuhnya terjangkau oleh layanan keuangan konvensional. 

Namun, pertumbuhan industri juga harus diiringi penguatan tata kelola, perlindungan konsumen, dan peningkatan literasi keuangan digital.

Sebagai salah satu penyelenggara Pindar di Indonesia, KrediOne mencatat telah menyalurkan pendanaan sebesar Rp17,6 triliun kepada masyarakat di berbagai wilayah Indonesia sejak berdiri pada 2019 hingga Mei 2026. 

Capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap akses pembiayaan yang cepat dan terjangkau, sekaligus menunjukkan peran fintech dalam mendukung aktivitas ekonomi produktif.

Kuseryansyah juga menilai Provinsi Jambi memiliki potensi besar dalam pertumbuhan ekonomi digital di Sumatera melalui penguatan UMKM, peningkatan literasi keuangan, dan pemanfaatan teknologi yang lebih luas.

"Provinsi Jambi memiliki potensi besar untuk menjadi bagian penting dari pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Dengan didukung literasi keuangan yang kuat, pemanfaatan teknologi yang tepat, dan semangat kewirausahaan generasi muda, transformasi digital dapat mendorong lahirnya peluang ekonomi baru yang lebih inklusif dan berkelanjutan," ujarnya.

Di saat yang sama, generasi muda memiliki posisi strategis sebagai agent of change yang tidak hanya adaptif terhadap teknologi, tetapi juga mampu menjadi agen literasi dalam membangun pemahaman keuangan yang lebih sehat, produktif, dan bertanggung jawab di tengah masyarakat," tambah Kuseryansyah.

Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas literasi dan inklusi keuangan nasional. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, indeks literasi keuangan Indonesia mencapai 66,46 persen, sementara indeks inklusi keuangan mencapai 80,51 persen.

Baca juga: Selamatkan Gen-Z dari Pinjol, Mahasiswa KKN Undip Bekali Remaja Penggaron Kidul Literasi Keuangan

Menurutnya, literasi keuangan yang kuat menjadi benteng penting agar masyarakat terhindar dari berbagai aktivitas keuangan ilegal yang semakin memanfaatkan perkembangan teknologi digital, seperti pinjaman online ilegal, penipuan digital, investasi ilegal, hingga judi online.

Sementara itu, Ketua Jurusan Ilmu Politik dan Ilmu Pemerintahan Universitas Jambi, Rio Yusri Maulana, menilai kolaborasi antara perguruan tinggi, regulator, dan industri menjadi langkah strategis untuk membekali generasi muda menghadapi dinamika ekonomi digital.

"Kehadiran regulator dan pelaku industri memberikan perspektif yang lebih luas dalam melengkapi pembelajaran akademik sehingga mahasiswa dapat memahami tantangan maupun peluang yang ada secara lebih komprehensif, sekaligus meningkatkan kesadaran untuk menggunakan layanan keuangan digital secara bijak serta menghindari berbagai risiko seperti pinjaman online ilegal maupun judi online," ujar Rio.

Melalui kegiatan tersebut, KrediOne menegaskan komitmennya untuk terus mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan digital melalui kolaborasi dengan regulator, institusi pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan. 

Langkah itu diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital serta mendorong terciptanya ekosistem ekonomi digital Indonesia yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU