Kategori Berita
KANAL
REGIONAL
Senin, 29 SEPTEMBER 2025 • 08:00 WIB

Prestasi Ada, Tapi Masih Ngerasa Kurang? Bisa Jadi Kamu Kena Sindrom Impostor

Prestasi Ada, Tapi Masih Ngerasa Kurang? Bisa Jadi Kamu Kena Sindrom ImpostorIlustrasi murung karena merasa bersalah dan tidak percaya diri (freepik)

INDOZONE.ID - Punya prestasi tapi malah ngerasa minder? Punya kemampuan tapi nggak percaya diri, atau justru merasa semua pencapaianmu cuma hoki? Bisa jadi kamu kena impostor syndrome!

Buat mahasiswa, impostor syndrome atau sindrom penipu bisa diartikan sebagai kondisi psikologis di mana seseorang merasa tidak pantas atas pencapaiannya, atau merasa tidak punya kemampuan. Padahal kalau dilihat secara objektif, hasilnya justru sebaliknya.

Baca juga: Toxic Productivity: Ketika Produktif Jadi Racun buat Mahasiswa!

Masih bingung? Ciri-cirinya misalnya kamu merasa sukses cuma karena keberuntungan, takut suatu saat akan “ketahuan” kalau ternyata nggak sekompeten yang orang pikir, sering membandingkan diri lalu merasa kurang, sampai susah menerima pengakuan dan pujian.

Perasaan ini bisa muncul karena banyak hal: perfeksionisme, pola asuh, lingkungan yang kompetitif, atau standar diri yang terlalu tinggi.

Baca juga: 4 Cara Ampuh Usir Monday Blues untuk Mahasiswa

Supaya nggak kebawa larut dalam kondisi ini, coba terapin cara berikut biar mindset kamu tetap sehat: percaya diri balik lagi, tapi nggak jadi besar kepala.

Tips Menangkal Ngerasa Kurang Bagi Mahasiswa Kena Impostor Sindrom!

1. Catat Pencapaian Kecil. Bikin jurnal atau catatan tentang progres yang berhasil kamu capai, misalnya “berhasil revisi tepat waktu” atau “berani maju presentasi dengan persiapan maksimal.

2. Belajar Menerima Pujian. Kalau dengar “Kamu keren bisa dapat juara!” jangan langsung ditolak. Biasakan jawab “Terima kasih, aku juga seneng bisa berhasil.” Lama-lama kamu terbiasa mengakui usaha sendiri.

Baca juga: Dear Mahasiswa, Ini Dia Tips Simpel Biar Hidupmu Tetap Flowing meski Pikiran Lagi Rusuh!

3. Ingat Semua orang Belajar dan Berproses. Bahkan mahasiswa paling pintar pun bisa salah. Jadi kalau kamu merasa “nggak tahu apa-apa,” itu bukan berarti bodoh, tapi bagian dari proses belajar.

4. Kurangi Perbandingan Berlebihan. Apa yang kamu lihat dari orang lain belum tentu cerita sepenuhnya. Fokus aja ke usaha dan progresmu sendiri.

5. Cari Mentor atau Teman Suportif. Jangan takut minta evaluasi. Sesi sharing bisa kasih feedback objektif yang bantu kamu berkembang.

Baca juga: Waspada Ilusi Toxic Positivity di Lingkungan Kampus, Ketika Motivasi Menjadi Racun Mahasiswa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Alodokter

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Prestasi Ada, Tapi Masih Ngerasa Kurang? Bisa Jadi Kamu Kena Sindrom Impostor

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!