mahasiswa Universitas Kristen (UK) Petra membuat produk GO! MAJA (petra.ac.id)
INDOZONE.ID - Mahasiswa Universitas Kristen (UK) Petra menciptakan inovasi pangan fungsional bernama GO! MAJA, Greek Yoghurt yang menggunakan ekstrak buah maja sebagai bahan utamanya.
Inovasi ini berangkat dari permasalahan masyarakat Indonesia yang biasanya disuguhi berbagai hidangan lezat kaya akan santan dan gula pada saat perayaan Idul Fitri. Pola makan di hari spesial tersebut sering kali memicu masalah pada sistem pencernaan.
Baca juga: ITB Gelar Silaturahmi Idulfitri 2026, Perkuat Rasa Kekeluargaan Seluruh Anggota Kampus
GO! MAJA merupakan produk hasil kerja keras tim lintas disiplin ilmu UK Petra yang terdiri dari Ardan Rezon Prasetio, Audrey Hadara Wattimena, Aurelia Callysta, Fedilia Yanson Widio, dan Samuel Jason Liwanto Lie.
Di bawah bimbingan dosen David Kristanto, mereka berusaha membuktikan bahwa buah maja yang selama ini sering diabaikan dan dianggap tidak berguna sebenarnya memiliki potensi besar bagi kesehatan.
Ardan Rezon Prasetio, selaku ketua tim, mengungkapkan bahwa buah maja mengandung senyawa penting seperti Lektin dan Quercetin.
"Dengan kandungan Lektin dan Quercetin, GO! MAJA bukan sekadar minuman sehat, melainkan pelindung dinding lambung yang sangat dibutuhkan saat pola makan kita berubah drastis di hari raya Idulfitri," ungkapnya.
Selain itu, produk ini dikembangkan untuk mendobrak anggapan masyarakat bahwa buah maja memiliki rasa yang sangat pahit.
GO! MAJA , Greek Yoghurt yang dipadukan dengan sirup dan jelly sari buah maja murni (petra.ac.id)
Menurut David Kristanto, keunggulan utama GO! MAJA terletak pada perpaduan Greek Yoghurt dengan sirup serta jeli dari sari buah maja asli.
Melalui pengujian laboratorium yang ketat, produk tersebut terbukti secara ilmiah mampu meningkatkan daya tahan tubuh, melawan radikal bebas, serta menjaga kesehatan jantung dan pencernaan.
Untuk mengatasi rasa pahit alaminya, tim menerapkan teknik fermentasi khusus selama tiga hari yang berhasil mengubah citarasa buah maja menjadi segar dan unik.
Proses pembuatan satu kemasan GO! MAJA membutuhkan waktu sekitar empat hari. Meski masih tergolong baru, produk telah mendapatkan respon positif dari lingkungan kampus UK Petra dengan catatan penjualan mencapai 120 kantong.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Petra.ac.id