INDOZONE.ID - Dalam upaya mencari solusi atas permasalahan sampah organik, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IDBU Tim 90 Universitas Diponegoro (UNDIP) periode 2025, khususnya Kelompok 2, menyelenggarakan program penyuluhan pengelolaan limbah rumah tangga. Program ini ditujukan kepada para petani di Dukuh Kupo dan dilaksanakan di salah satu rumah warga pada Minggu (29/06/2025).
Sosialisasi ini diinisiasi berdasarkan pengamatan mahasiswa terhadap kebiasaan warga dalam mengelola sampah. Sebagai wilayah agraris, kesuburan tanah merupakan aset utama. Sayangnya, limbah organik dari dapur seperti sisa sayuran dan kulit buah yang memiliki potensi besar sering kali hanya dibuang atau dibakar.
“Kami ingin mengenalkan cara yang sederhana tapi berdampak. Lewat penyuluhan ini, harapannya warga bisa tahu bahwa sampah dapur bisa diubah menjadi pupuk alami yang menyuburkan tanaman,” ujar Rizka, Koordinator Program.
Inisiatif ini sejalan dengan fokus UNDIP dalam program KKN Tematik 2025 yang mendukung penerapan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya terkait konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab serta penanganan perubahan iklim.
Proses pembuatan pupuk juga tidak rumit. Untuk membuat POC (Pupuk Organik Cair), warga cukup mencampurkan air, molase atau gula merah, dan EM4 ke dalam botol tertutup, lalu disimpan selama beberapa hari. Sementara itu, kompos dibuat dengan menumpuk sisa sayuran dan daun kering dalam ember tertutup, kemudian diaduk secara berkala hingga membusuk sempurna.
Antusiasme warga Dukuh Kupo terlihat jelas, khususnya dari para petani yang selama ini akrab dengan pupuk anorganik. Mereka menunjukkan minat besar terhadap alternatif pupuk yang lebih murah dan ramah lingkungan ini.
“Wah, ternyata begini saja caranya. Selama ini, sampah dapur ya langsung saja dibuang,” ujar seorang petani sambil mengangguk.
Kegiatan ini disambut hangat oleh masyarakat. Tak hanya memberi ilmu baru, program ini juga mengajak warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Sampah yang dulunya dianggap tak berguna, kini bisa disulap menjadi penyubur tanah.
Baca juga: Kreatif! Mahasiswa KKN Undip Sulap Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKNT UNDIP berharap Dukuh Kupo bisa menjadi contoh sederhana bagaimana perubahan bisa dimulai dari rumah. Dari sisa dapur, tumbuh tanaman. Dari limbah, lahir kesadaran. Dari mahasiswa, terbangun semangat bersama untuk menghijaukan bumi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan