Senin, 22 SEPTEMBER 2025 • 14:20 WIB

Tidur di Jalan 10 Hari, dari Pedagang Nasi Goreng Kini Muhammad Yani Kuliah S2 di Harvard

Author

Kisah Muhammad Yani dari anak penjual nasi goreng tembus S2 di Harvard (Instagram/@muhamadyaniveritas)

INDOZONE.ID - Dari jualan nasi goreng kaki lima di pelosok Banten hingga diterima di universitas top dunia, Harvard University. Inilah kisah hidup seorang pemuda asal Cibaliung, Pandeglang, Banten, bernama Muhammad Yani.

Muhammad Yani dibesarkan oleh ayah yang bekerja sebagai penjual nasi goreng keliling, dan ibu rumah tangga yang hanya menamatkan pendidikan sekolah dasar.

Baca juga: Kisah Varen, Anak Pedagang Kantin Bisa Kuliah Gratis di FTP UGM: Bukti Usaha Tak Khianati Hasil!

Keterbatasan ekonomi membuat keluarga Yani harus tinggal di kontrakan selama tujuh tahun, bahkan mengumpulkan botol serta kardus demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Salutnya, meski kondisi sulit sempat memaksa mereka tidur di jalan selama 10 hari karena tidak mampu membayar kontrakan, Yani tetap punya semangat belajar yang tinggi.

Semangat itu membawanya menempuh pendidikan sarjana di Universitas Udayana, Bali. Selama kuliah, Yani aktif dalam kegiatan sosial dan pendidikan.

Baca juga: Kisah Putri Khasanah: Anak Penjual Asongan Lolos SNBP, Kuliah Gratis di UGM

Pada tahun 2022, Yani berhasil membantu ratusan pelajar memperoleh beasiswa S1 lewat badan pendidikan nonformal yang ia dirikan, Leuweng Hub Foundation.

Perjuangan Yani tidak berhenti. Ia sempat ditolak Columbia University pada 2023, sebelum akhirnya diterima di Harvard Graduate School of Education melalui jalur LPDP. Di sana, ia menekuni bidang pendidikan dengan jurusan Human Development and Education yang dimulai tahun ini.

Baca juga: Kisah Atha Gusanto, Bukti Nyata: Mimpi Besar Bisa Lahir dari Keluarga Sederhana

Keaktifannya juga membuatnya terpilih mengikuti program Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) di Northern Arizona University.

Yani berharap, perjuangannya bisa memantik semangat belajar dari lubuk hati anak-anak di desanya dan generasi muda Indonesia lainnya yang bernasib sama.

Kisah Yani membuktikan bahwa latar belakang bukanlah penghalang untuk meraih mimpi, selama ada keberanian untuk berjuang dan konsistensi untuk terus belajar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Mdj.baznasbazisdki.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU