Sabtu, 27 SEPTEMBER 2025 • 15:53 WIB

3 Mahasiswa IPB University Sulap Limbah Kelapa Sawit Jadi Panel Akustik Ramah Lingkungan

Author

Tiga mahasiswa IPB University (ipb.ac.id)

INDOZONE.ID - Sebanyak tiga mahasiswa Departemen Fisika IPB University mengolah limbah dari kelapa sawit jadi panel akustik ramah lingkungan. Ketiga mahasiswa itu Pristy Tasya Nabila, Salsabila Permata Bayah, dan Annisa Nur Azahra.

Mereka menghadirkan inovasi ini berawal dari kepedulian mereka terhadap limbah sawit yang melimpah di Indonesia. Apalagi, setelah mereka melihat langsung kondisi perkebunan sawit yang ada di Kalimantan.

Baca juga: 7 Skill Digital Wajib Dikuasai Mahasiswa Biar Gak Ketinggalan Zaman

“Kami melihat dampak kelapa sawit di Indonesia sangat besar, terutama dari sisi limbah yang dihasilkan. Mulai dari batang sawit hingga tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Dari situ, kami mencoba mencari cara agar limbah tersebut bisa diolah menjadi bahan yang lebih bermanfaat,” jelas Pristy.

Baca juga: PGSD BINUS University Luncurkan Beasiswa 100 Persen, Berkomitmen Cetak Guru Standar Internasional

Proses Pengolahan Limbah

Nah, ide mereka pun muncul untuk mengolah limbah batang sawit dan TKKS menjadi panel akustik. Cara yang dilakukan cukup sederhana, batang sawit hanya perlu dikeringkan, lalu digiling menjadi bubuk, sedangkan TKKS dipotong kecil menjadi serat.

Setelahnya, kedua bahan tersebut dicampur dengan tepung tapioka untuk perekat alami, lalu dicetak, dan dipanaskan dengan oven.

“Tepung tapioka kami pilih karena alami, mudah diperoleh, dan memiliki kandungan starch yang efektif sebagai pengikat,” tambah Annisa.

Baca juga: Maba UI Wajib Tahu! Hal Unik di 5 Fakultas UI yang Cuma Diketahui Orang Dalam

Berdasarkan uji laboratorium, panel surya akustik buatan mahasiswa IPB ini mendapatkan hasil koefisien serap suara 0,8 (80 persen) mendekati kualitas dari panel akustik komersial.

“Produk kami tidak hanya ramah lingkungan, tapi juga punya performa setara dengan panel pabrikan. Bahkan, pengujian menunjukkan panel mampu mereduksi suara hingga 21 persen,” ujar Salsabilla.

Saat ini, ia dan tim juga terus mengembangkan panel ini melalui berbagai uji coba ketahanan (uji bakar, rendam, dan kekuatan).

Baca juga: Ilmu Politik Unhas Gelar Dialog Publik Soal Peran Negara dalam Ketersediaan Pangan Lokal

Mengantarkan ke Panggung Juara

Inovasi produk ini mereka namai Trangton, bahkan sudah bisa mengantarkan tim mendapat prestasi gemilang. Mereka juara pertama dan Best Presentation di ajang International Oil Palm Trunk Product Design Competition 2025. 

Keberhasilan ini sebagai pembuka peluang untuk Trangton melangkah lebih jauh, bahkan ke tahap komersialisasi.

Baca juga: Skripsi Unik, Mahasiswi Psikologi Undip ini Kupas Dinamika Duka: Dari Luka hingga Makna

Tantangan dan Kendala

Pencapaian ini bukan berarti tanpa kendala, mereka memiliki tantangan terutama untuk mengangkut batang sawit berukuran besar. Untuk mengatasinya, mereka mengeringkan batang tersebut di perkebunan agar lebih ringan.

“Solusinya, batang sawit bisa dikeringkan di lokasi perkebunan terlebih dahulu agar lebih ringan dipindahkan. Proses pembuatannya sebenarnya sederhana, tapi hasilnya luar biasa,” kata Pristy.

Baca juga: Tas Lipat Multifungsi Karya Mahasiswa ITB, Lahir dari Observasi Sederhana jadi Solusi Sehari-hari

Mereka juga optimistis bahwa inovasi ini bisa dikembangakan secara lebih luas, dan bisa dapat dukungan dari investor. Dengan demikian, limbah sawit yang sebelumnya tidak berharga, bisa jadi nilai tambah. Selain itu, produk ini juga bisa jadi alternatif panel akustik ramah lingkungan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ipb.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU