INDOZONE.ID - Skripsi biasanya menjadi syarat utama kelulusan mahasiswa tingkat akhir. Tapi, gak sedikit skripsi yang dinilai kurang menarik karena kesalahan mendasar dalam penulisan atau analisis.
Hal ini sering membuat mahasiswa harus menghadapi revisi berulang, bahkan memengaruhi penilaian akhir. Untuk menghindarinya, ini 5 ciri skripsi yang dianggap gak menarik beserta tips agar penelitian yang dibuat lebih terarah dan berkualitas.
5 Ciri Skripsi Kurang Menarik dan Tips Menghindarinya
Baca juga: 7 Tips untuk Mahasiswa Biar Setiap Semester Bisa Dipakai Dengan Efektif dan Lulus Cumlaude!
1. Topik Terlalu Umum
Skripsi dengan topik yang terlalu luas ,cenderung kehilangan fokus penelitian. Misalnya, “Pengaruh Media Sosial terhadap Masyarakat”.
Jadi, cobalah buat topik yang lebih spesifik, misalnya “Pengaruh Instagram terhadap Perilaku Konsumtif Remaja di Kota X”. Topik yang jelas dan terarah akan memudahkan proses analisis, sekaligus memberikan nilai tambah pada penelitian.
2. Latar Belakang yang Gak Kontekstual
Pendahuluan yang hanya menyatakan hal umum, seperti “Media sosial sangat populer” tidak memberikan cukup konteks. Masalahnya, pembaca gak dapat memahami urgensi penelitian.
Jadi, sertakan data atau fenomena terkini. Misalnya, “Penggunaan Instagram di kalangan remaja meningkat 30 persen dalam lima tahun terakhir, yang berkaitan erat dengan pola konsumsi mereka”. Dengan demikian, penelitian memiliki relevansi yang lebih kuat.
3. Metode Penelitian yang Gak Jelas
Menulis “Data dikumpulkan melalui survei” tanpa detail akan menimbulkan pertanyaan. Masalahnya, jika tidak diketahui bagaimana survei dilakukan, siapa respondennya, serta alat ukur apa yang digunakan.
Oleh karena itu, jelaskan metode penelitian secara rinci, mulai dari jumlah responden, teknik sampling, instrumen penelitian, hingga prosedur analisis data. Penjelasan ini menunjukkan validitas penelitian yang dilakukan.
4. Analisis Data Dangkal
Hanya menampilkan data, misalnya “70 persen responden setuju”, tanpa penjelasan lanjutan membuat penelitian terasa kurang bermakna. Cobalah lakukan interpretasi mendalam.
Jelaskan mengapa hasil tersebut muncul, faktor apa yang memengaruhi, serta implikasi dari temuan tersebut bagi bidang yang diteliti.
5. Kesimpulan yang Gak Memberikan Kontribusi
Kesimpulan yang sekadar merangkum hasil penelitian, gak cukup memberi nilai tambah. Misalnya, “Penelitian ini menunjukkan media sosial berpengaruh terhadap perilaku konsumen”.
Jadi, usahakan Sajikan kontribusi nyata dari penelitian. Dengan jelaskan temuan baru yang diperoleh, relevansi penelitian terhadap ilmu pengetahuan, serta manfaat praktis bagi masyarakat atau bidang terkait.
Nah, lima poin di atas menjadi pengingat bagi mahasiswa supaya lebih cermat dalam menyusun skripsi. Penelitian yang baik gak hanya selesai secara administratif, tetapi juga memberikan kontribusi ilmiah dan relevansi nyata.
Baca juga: 4 Tips Menyusun Skripsi Biar Lolos Tanpa Banyak Revisi, Mahasiswa Akhir Wajib Tahu!
Dengan menghindari kesalahan umum ini, mahasiswa dapat menghasilkan skripsi yang lebih bermakna, terarah, dan berkualitas. Nah, kalau kamu udah mulai nyusun skripsi atau belum?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@mohdenha_