Senin, 02 FEBRUARI 2026 • 20:00 WIB

"FASTAN," Inovasi Pertanian Cerdas Garapan UGM dengan Pemkab Kulon Progo

Author

Kolaborasi antara UGM dengan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo (ugm.ac.id)

INDOZONE.ID - Universitas Gadjah Mada (UGM) menggarap kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dalam memperkenalkan inovasi pertanian cerdas, Fasilitas Smart-Agri Tepat Guna Petani (FASTAN), pada 30 Januari 2026.

Acara yang berlangsung di Field Research Center (FRC) UGM Wates tersebut juga diisi dengan agenda panen melon yang digelar di greenhouse FASTAN Kalurahan Bugel. 

Perhelatan acara ini dibuka dengan sambutan oleh Wakil Rektor Bidang Perencenaan, Aset, dan Sistem Informasi UGM, Arief Setiawan Budi Nugroho, S.T., M.Eng., Ph.D.

Menurutnya, penggunaan teknologi digital dengan Internet of Things (loT) dalam inovasi FASTAN ini merupakan salah satu contoh penerapan konsep kampus cerdas dalam memfasilitasi sektor pertanian.

Baca juga: Manfaatkan Limbah Gedebok Pisang Menjadi Kerajinan Tangan, Mahasiswa IT Unikma Pulang Sebagai Juara 1 GENKBIZ Yogyakarta

FASTAN hadir sebagai inovasi baru dalam cara bertani agar lebih efektif dan optimal dalam memproduksi hasil pertanian.

Program ini menjadi bukti bahwa riset kampus tidak berhenti di ruang kelas atau laboratorium, tetapi bisa langsung diterapkan di lapangan dan dirasakan manfaatnya oleh petani,” jelas Arief Setiawan Budi Nugroho, S.T., M.Eng., Ph.D.

Inovasi yang diketuai oleh Dr. Eng. Yosephus Ardean Kurnianto Prayitno, S.T., M.Eng. itu juga dikembangkan berkat kerjasama berbagai pihak, seperti perguruan tinggi, pemerintah daerah, industri, dan komunitas petani.

Greenhouse yang dikelola juga menunjukkan hasil baik dalam mengehasilkan buah melon dibanding metode konvensional.

Diketahui, buah melon yang dihasilkan melalui greenhouse FASTAN terbukti memiliki tingkat kemanisan konsisten di angka 13,5 brix.

Baca juga: Imunisasi Minim Nyeri Jadi Kunci Mahasiswa UMS Raih Silver Medal GYIIF 2026

FASTAN kami rancang sebagai sistem terintegrasi agar pengetahuan, teknologi, dan praktik budidaya berbasis data dapat ditransfer secara langsung dan mudah diadopsi oleh petani,” jelas Yosephus.

Sementara itu, Bupati Kulon Progo, Dr. R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc., M.M., mengharapkan hadirnya FASTAN di sektor pertanian cerdas tersebut dapat diimplementasikan sebagai wadah pengembangan pertanian berbasis inovasi di daerah.

Dilansir dari laman resmi UGM, Kulon Progo memiliki keunggulan di sektor agro yang dapat diperkuat lagi dengan dukungan teknologi yang telah ada.

Inovasi dari perguruan tinggi harus benar-benar hadir di tengah masyarakat, menjawab kebutuhan riil, dan memberi manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani,” ucap Agung.

Baca juga: Serius Cegah Kekerasan yang Marak Terjadi, UMY Luncurkan Satgas PPKPT

Kelompok tani yang turut mengambil andil juga mendukung proses produksi dengan memastikan suhu tetap stabil, mengoptimalkan kelembaban, dan memastikan tanaman mendapatkan nutrisi yang terukur.

Hadirnya kelompok tersebut juga untuk memastikan produksi tanaman yang dihasilkan terus stabil dan optimal seiring berjalannya waktu.

Inovasi itu turut mengundang perhatian dari Dekan Sekolah Vokasi UGM, Prof. Dr.-Ing. Ir. Agus Maryono, IPM., ASEAN Eng. Ia menilai, hadirnya FASTAN dapat menjadi wadah untuk menguatkan kapasitas para petani di sekitar.

Penelitian harus tumbuh bersama masyarakat, menjawab kebutuhan nyata di lapangan, dan terus didampingi hingga masyarakat mampu menjalankannya secara mandiri,” ujarnya.

Baca juga: Unggul di Ajang Nasional, Tiga Mahasiswa Unair Juara 1 Literature Review PDSM 2025

Sementara itu, menurut  Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kulon Progo, Muh. Aris Nugroho, S.T., M.T., FASTAN juga merupakan program pemerintah dalam mengembangkan sektor pertanian cerdas. Ia menargetkan akan ada 70 unit greenhouse serupa di tiap sudut Kulon Progo

FASTAN menjadi bagian dari upaya kami membangun pertanian modern yang berdaya saing, adaptif terhadap teknologi, dan mampu meningkatkan pendapatan petani,” jelasnya.

Pendanaan FASTAN besumber dari APBD, perguruan tinggi, serta potensi pembiayaan dari CSR dan dana lainnya.

Dengan dukungan dan pendanaan dari berbagai pihak, FASTAN diharapkan dapat menjadi jembatan untuk memajukan sistem pertanian di Kulon Progo.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ugm.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU