INDOZONE.ID - Meski sama-sama berada di bidang medis, dokter umum dan dokter gigi memiliki jalur pendidikan yang berbeda sejak awal. Perbedaan ini muncul karena keduanya berkembang dari disiplin ilmu yang tidak sama.
Di perguruan tinggi, pemisahan tersebut terlihat dari adanya dua fakultas, yaitu Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG).
Selain karena fokus keilmuan yang berbeda, ada sejumlah alasan lain yang membuat kedokteran dan kedokteran gigi dipelajari secara terpisah.
Penasaran alasan di balik pemisahan antara FK dan FKG? Berikut ringkasannya.
Sejarah Unik: Dari Tukang Cukur ke Meja Operasi
Kalau kita mundur ke abad ke-12, dunia medis masih jauh dari kata modern seperti saat ini.
Pada masa itu, ada profesi bernama barber surgeon alias tukang cukur yang merangkap jadi mantri.
Selain memotong rambut, mereka juga biasa cabut gigi sampai melakukan bedah ringan yang dilakukan tanpa bius sama sekali.
Titik balik terjadi di abad ke-18 berkat Pierre Fauchard, seorang dokter bedah asal Prancis yang menerbitkan buku The Surgeon Dentist.
Dialah yang pertama kali menjelaskan anatomi mulut secara ilmiah. Berkat terobosannya, kedokteran gigi mulai dipandang sebagai rumpun ilmu yang lebih spesifik.
Puncaknya pada 1840, sekolah kedokteran gigi pertama di dunia berdiri di Baltimore setelah gagasan penggabungan ilmu kedokteran gigi ke kedokteran umum sempat ditolak.
Sejak saat itu, FK dan FKG resmi berpisah walaupun masih berada di dalam satu rumpun kesehatan.
Baca juga: Mahasiswa UI Juara Dunia WFSA 2026, Ciptakan Feri Tangguh untuk Perairan Nigeria
Beda Fokus Studi: Seluruh Tubuh vs Rongga Mulut
Perbedaan paling mencolok tentu ada pada apa yang dipelajari di bangku kuliah. FK mempelajari sistem tubuh manusia secara menyeluruh, dari ujung kepala sampai ujung kaki.
Sebaliknya, FKG fokusnya sangat spesifik ke area gigi, mulut, dan jaringan di sekitarnya. Karena cakupannya lebih sempit, pembahasannya jadi jauh lebih mendalam dan detail di area tersebut saja.
Meskipun fokusnya beda, masa kuliahnya kurang lebih sama, yaitu sekitar 4–5 tahun untuk meraih gelar sarjana, yaitu S.Ked untuk kedokteran dan S.KG untuk kedokteran gigi.
Perjalanan Panjang Menuju Gelar "dr." dan "drg."
Usai lulus kuliah, bukan berarti mereka langsung bisa buka praktik mandiri.
Kedua lulusan FK dan FKG wajib melewati masa Koas atau tahap profesi selama sekitar 2 tahun.
Di fase ini, mereka akan terjun ke rumah sakit atau puskesmas untuk menangani pasien langsung di bawah pengawasan dokter senior.
Setelah lulus ujian kompetensi, barulah gelar resmi disematkan di depan nama mereka. Dokter umum memakai gelar dr., sedangkan dokter gigi menggunakan gelar drg.
Baca juga: Libur Lebaran Selesai, Semangat Kuliah Hilang? Ini 5 Penyebab Kenapa Mahasiswa Sulit Produktif
Memiliki Peluang Spesialis yang Luas
Dokter umum bisa mengambil Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) seperti spesialis jantung atau anak.
Begitu juga dokter gigi, mereka punya jalur spesialis sendiri, misalnya spesialis bedah mulut atau ortodonti.
Kesimpulannya, pemisahan FK dan FKG justru tujuannya baik, yaitu supaya masing-masing profesi bisa fokus mengembangkan keahliannya secara maksimal demi kesehatan pasien yang lebih terjamin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dental.id