INDOZONE.ID - Di tengah banyaknya berbagai pilihan jurusan kuliah, ada satu jurusan yang dikenal memiliki prospek kerja dengan gaji menjanjikan, namun justru sepi peminat, yaitu jurusan Aktuaria.
Tak hanya itu, untuk menjadi seorang aktuaris profesional, lulusannya juga perlu melewati serangkaian ujian sertifikasi yang panjang dari Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI).
Lalu, sebenarnya apa itu jurusan aktuaria dan apa alasan dibalik sepinya peminat di jurusan ini? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Apa Itu Jurusan Aktuaria?
Baca juga: Gagal SNBP 2026? Ini 5 Strategi dan Keuntungan yang Bisa Kamu Manfaatkan
Jurusan Aktuaria merupakan bidang studi yang berfokus pada analisis dan pengelolaan risiko menggunakan pendekatan matematis dan statistik.
Di jurusan ini, mahasiswa akan mempelajari cara memprediksi kemungkinan terjadinya suatu peristiwa, khususnya yang berkaitan dengan finansial, seperti kerugian, fluktuasi investasi, hingga perhitungan premi asuransi.
Ilmu aktuaria juga menggabungkan konsep keuangan dan bisnis dengan tujuan membantu perusahaan atau lembaga keuangan mengambil keputusan strategis berdasarkan perhitungan risiko yang terukur dan akurat.
Lulusan aktuaria banyak dibutuhkan di industri asuransi, perbankan, hingga perusahaan investasi.
Baca juga: KIP Kuliah SNBP 2026 Membludak, Berikut 10 PTN dengan Penerima KIP Kuliah Terbanyak 2026
Apa Saja yang Dipelajari di Jurusan Aktuaria?
Selama kuliah di jurusan ini, kamu akan berhadapan dengan berbagai mata kuliah yang didominasi dengan perhitungan dan analisis data.
Beberapa materi utama yang biasanya dipelajari di jurusan Aktuaria antara lain:
- Kalkulus;
- Statistika Matematika;
- Teori Peluang;
- Matematika Keuangan;
- Matematika Asuransi Jiwa;
- Model Stokastik;
- Manajemen Risiko;
- Ekonometrika Keuangan;
- Komputasi Aktuaria;
- Model Kesintasan (Survival Model).
Baca juga: Survival Guide Mahasiswa Baru: Mengenal Komandan Tingkat dan Tugas Beratnya di Kampus
Mengapa Jurusan Aktuaria Sepi Peminat?
Jurusan Aktuaria dikenal sebagai salah satu jurusan dengan peminat yang relatif sedikit karena memiliki label sebagai salah satu bidang ilmu yang sulit
Materi yang dipelajari di jurusan Aktuaria merupakan pencampuran antara ilmu matematika, statistika, hingga analisis risiko keuangan.
Maka dari itu, calon mahasiswa Aktuaria diharuskan memiliki tingkat ketelitian tinggi serta kemampuan berpikir logis yang kuat.
Mahasiswa aktuaria juga dituntut untuk terbiasa melakukan perhitungan secara detail dan mahir menggunakan software analisis.
Baca juga: Atasi Overfishing di Wilayah Pesisir Indonesia, Mahasiswa Unair Bawa Pulang Gelar Juara Nasional
Prospek Kerja Lulusan Aktuaria
Bagi sebagian orang, beban akademik di atas terasa cukup berat, sehingga membuat banyak calon mahasiswa ragu untuk memilih jurusan satu ini.
Padahal, di balik tingkat kesulitannya, jurusan Aktuaria justru menawarkan prospek karier yang sangat menjanjikan.
Lulusan Aktuaria banyak dibutuhkan di industri asuransi, perbankan, investasi, hingga perusahaan multinasional, yang tentu memiliki tawaran gaji fantastis.
Berikut prospek kerja lulusan Aktuaria:
- Analis Risiko;
- Analis Keuangan;
- Perencana Keuangan;
- Manajer Investasi;
- Auditor;
- Konsultan Risiko;
- Spesialis Asuransi;
- Data Analyst;
- Manajer Risiko;
- Pengembang Model Keuangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Cakrawala.ac.id