INDOZONE.ID - Adrian Mutu Hidayat, mahasiswa Teknik Industri dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), berhasil menembus ketatnya persaingan industri teknologi dunia.
Melalui program magang internasional bertajuk Formosa Talent Internship Program di National Formosa University (NFU) Taiwan, Adrian mengambil peran penting dalam pengembangan teknologi masa depan.
Baca juga: Tim UNAIR Borong Medali Emas di Biolexion 2.0 Berkat Solusi Hutan Berbasis Teknologi
Sejak mulai menetap di Taiwan pada Februari 2026, ia bergabung dengan Lean Management Laboratory, sebuah laboratorium yang berfokus pada efisiensi industri berbasis data.
Prioritas utama risetnya adalah merancang algoritma pembelajaran mesin (machine learning) yang mampu memprediksi kerusakan atau cacat pada proses produksi semikonduktor.
Hal ini sangat berpengaruh, karena dalam industri semikonduktor, kesalahan sekecil apa pun tidak diperbolehkan dan dapat menyebabkan kerugian besar.
Dengan memprediksi cacat produksi lebih awal, penggunaan bahan baku yang bernilai tinggi dapat dioptimalkan, sehingga meningkatkan efisiensi perusahaan secara signifikan.
Adrian mengungkapkan bahwa belajar di Taiwan memberikan perspektif baru yang sangat luas baginya.
Ia tidak hanya belajar mengenai teknik manufaktur, tetapi juga bagaimana riset industri sangat dipengaruhi oleh isu-isu global, seperti kebijakan ekonomi internasional dan kondisi politik dunia.
Baca juga: Inovasi Mahasiswa USU Dongkrak Ekonomi Desa Cempa Lewat Inovasi Teknologi dan Ekonomi
Lingkungan akademis di NFU sangat menekankan penggunaan data yang akurat dalam setiap pengambilan keputusan industri.
“Integrasi internasional di sini sangat terasa. Semua topik diarahkan ke tingkat global, dan itu yang menurut saya masih jarang saya temui sebelumnya,” ungkapnya.
Tentu saja, perjalanannya tidak selalu mulus. Adrian harus beradaptasi dengan budaya penelitian yang sangat disiplin dan standar akademik yang jauh lebih tinggi.
Ia dituntut untuk memiliki pola pikir ilmiah yang kuat serta ketelitian ekstra dalam setiap langkah risetnya. Namun, tantangan tersebut berhasil ia lalui berkat dukungan penuh dari kampus asalnya, UMM.
Pihak universitas juga memberikan kemudahan administrasi, terutama dalam hal penyetaraan nilai atau konversi SKS, sehingga ia bisa fokus sepenuhnya pada program di Taiwan tanpa kendala akademik di tanah air.
Berkat dedikasi dan kerja kerasnya, Adrian kini mendapatkan peluang emas untuk melanjutkan pendidikan magister melalui jalur cepat (fast track) di NFU Taiwan.
Baca juga: Universitas Brawijaya Latih Mahasiswa Jadi Konselor Sebaya, Siap Tangani Isu Kesehatan Mental
Program ini memungkinkannya untuk meraih gelar master dalam waktu singkat, sekaligus menjadi modal kuat untuk bersaing di pasar kerja internasional.
“Kalau ingin merasakan dunia kerja global, program seperti ini sangat layak untuk dicoba. Pengalamannya benar-benar berbeda dan membuka banyak peluang,” ujarnya.
Keberhasilan Adrian menjadi bukti bahwa UMM mampu mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga siap terjun ke dalam ekosistem industri canggih di tingkat dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Umm.ac.id