Rabu, 15 APRIL 2026 • 11:00 WIB

Bongkar Fakta Menarik Kuliah di Jurusan Ilmu Sejarah Beserta Prospek Kerjanya

Author

Ilustrasi mahasiswa jurusan Ilmu Sejarah (AI/Gemini)

INDOZONE.ID - Banyak orang mengira bahwa masuk ke Jurusan Ilmu Sejarah hanya soal menghafal. Padahal, jurusan ini mempelajari bagaimana segala sesuatu berubah dari waktu ke waktu melalui pola dan nilai yang terkandung di dalamnya.

Cakupan studinya sangat luas, mulai dari sejarah zaman kuno, seperti Mesir dan Yunani, hingga peristiwa modern di atas abad ke-20.

Kamu tidak hanya belajar tentang urutan kejadian, tetapi juga mendalami aspek politik, budaya, ekonomi, agama, dan sosial dari sebuah peristiwa.  

Baca juga: Lebaran dan Potensi Lonjakan Sampah Makanan, Dosen IPB University: Budaya Konsumsi Kita Perlu Dibenahi

Apa Saja yang akan Dipelajari?

Selama kuliah, mahasiswa akan bertemu dengan berbagai mata kuliah yang menarik dan spesifik. Beberapa di antaranya meliputi sejarah Indonesia, sejarah dunia, kebudayaan Indonesia, dan historiografi.

Selain itu, ada juga pembahasan yang lebih unik, seperti sejarah diplomasi, sejarah agraria, sejarah perkotaan, hingga sejarah militer indonesia.

Gelar Akademik

Setelah menyelesaikan pendidikan jenjang Sarjana (S1), lulusan biasanya akan mendapatkan gelar Sarjana Humaniora (S.Hum).

Namun, ada juga yang menyandang gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) atau Sarjana Filsafat (S.Fil), tergantung dari masing-masing kebijakan kampusnya.

Jika ingin melanjutkan ke jenjang lebih tinggi, tersedia gelar Magister Humaniora (M.Hum) untuk S2 dan Doktor (Dr.) untuk S3.  

Baca juga: Ingin Kuliah S2–S3 di Australia dengan Full Beasiswa? Ini Syarat dan Tips Lolos Australia Awards 2026

Berikut adalah 5 prospek kerja menjanjikan untuk lulusan Jurusan Ilmu Sejarah: 

5 Prospek Kerja Lulusan Ilmu Sejarah

1. Pengamat Sejarah Profesi

Cocok bagi lulusan yang ingin fokus di dunia akademis. Tugas utamanya adalah melakukan penelitian terhadap peristiwa masa lalu dan menuangkan hasilnya ke dalam jurnal ilmiah.

Menjadi pengamat sangat mengandalkan kemampuan riset, analisis, serta cara berpikir kritis untuk melihat pola dan nilai dalam sejarah.

2. Staf Balai Konservasi dan Cagar Budaya

Lulusan sejarah dibutuhkan oleh instansi pemerintahan untuk mengisi divisi yang mengelola warisan fisik masa lalu.

Tanggung jawabnya meliputi pengelolaan, pemeliharaan, hingga pengkajian terhadap benda atau situs cagar budaya agar tetap terjaga nilainya.

Pengetahuan mengenai kebudayaan Indonesia yang dipelajari saat kuliah menjadi modal utama dalam posisi ini.

3. Penulis atau Editor

Kemampuan komunikasi tertulis dan keahlian dalam menyusun laporan yang jelas membuat lulusan sejarah sangat relevan mengambil alih bidang sebagai penulis atau editor.

Mereka bisa bekerja di berbagai platform media, baik cetak maupun online, untuk menulis konten bisnis, karya jurnalistik, hingga menempati posisi editorial.

Fokus utamanya adalah mengolah informasi sejarah atau data lainnya menjadi tulisan yang mudah dipahami publik.

Baca juga: Kisah Najwa Lathiifah, Mahasiswi UIN Jakarta yang Sukses Jadi Penulis Muda

4. Kurator

Bagi lulusan yang memiliki ketertarikan kuat pada riset museum dan pameran, menjadi kurator adalah pilihan yang tepat.

Tugasnya adalah merancang acara pameran, melakukan pengamatan, serta melakukan riset mendalam terhadap koleksi museum agar dapat dipresentasikan dengan baik kepada pengunjung.

5. Dosen atau Tenaga Pengajar

Sebagai seseorang yang dibekali pengetahuan sejarah sangat luas dan kemampuan analisis tajam, lulusan juga memiliki peluang besar menjadi pendidik.

Tugasnya menyebarluaskan ilmu sejarah di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), hingga menjadi dosen di perguruan tinggi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ruangguru.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU