INDOZONE.ID - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Diponegoro (Undip) ditempatkan di Desa 6 Kauman, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan.
Mereka menyusun modul ajar bertajuk "Sejarah Teknologi dan Upaya agar Peserta Didik Tetap Melestarikan Budaya Lokal, Utamanya di Desa Kauman, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali", Senin, (13/7/2026).
Modul ini dirancang khusus untuk siswa Sekolah Dasar kelas IV, V, dan VI sebagai bagian dari program kerja mahasiswa selama mengabdi di desa tersebut.
Kehadiran modul ini merupakan wujud nyata kontribusi mahasiswa KKN Undip dalam menjawab tantangan pendidikan di tingkat desa, khususnya terkait literasi digital dan pelestarian budaya lokal.
Baca juga: PEM Akamigas Luluskan 207 Sarjana Terapan, Siapkan SDM Vokasi untuk Ketahanan Energi Nasional
Melalui program ini, kelompok yang ditempatkan di Desa 6 KKN Undip berupaya mengenalkan kepada anak-anak SD di Desa Kauman bagaimana teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berkembang dari masa ke masa, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga budaya daerah di tengah derasnya arus digitalisasi.
Modul disusun mengikuti kerangka Kurikulum Merdeka, lengkap dengan capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, langkah-langkah kegiatan di kelas, hingga skema penilaian, sehingga dapat langsung dimanfaatkan oleh guru-guru SD setempat sebagai bahan ajar tambahan.
Dalam modul tersebut, siswa diajak menelusuri perjalanan panjang teknologi komunikasi, mulai dari masa tradisional yang mengandalkan surat dan kentongan, era telepon dan radio, kejayaan televisi, kemunculan komputer, hingga hadirnya internet dan telepon pintar.
Materi ini disandingkan dengan pengenalan ragam budaya daerah Indonesia, seperti bahasa daerah, tarian tradisional, permainan rakyat, kuliner khas, dan kerajinan tangan.
Baca juga: Mahasiswa Wajib Baca "The Laws of Human Nature" Sebelum Terjun ke Dunia kerja
Modul juga mengulas secara berimbang sisi positif dan negatif kemajuan teknologi terhadap budaya daerah. Di satu sisi, teknologi dinilai mampu memperlancar komunikasi dan memperkenalkan budaya lokal ke kancah dunia.
Namun di sisi lain, modul turut mengingatkan risiko seperti menyusutnya pemakaian bahasa daerah, terlupakannya permainan tradisional, hingga menurunnya kepedulian generasi muda terhadap tradisi setempat.
"Kami ingin anak-anak di Desa Kauman tidak hanya paham cara menggunakan teknologi, tetapi juga tetap bangga dengan budaya daerah mereka sendiri. Modul ini menjadi salah satu cara kami menyampaikan pesan itu dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami anak SD," ujar salah satu anggota Desa 6 KKN Undip.
Dalam pelaksanaannya, materi disampaikan melalui pemaparan gambar atau video, diskusi kelompok mengenai dampak teknologi, hingga penugasan membuat poster tentang cara melestarikan budaya daerah di era digital.
Baca juga: Cara Mengisi Dokumen Tindak Lanjut Observasi Praktik Kinerja Guru
Pendekatan ini diharapkan dapat melatih daya pikir kritis dan kreativitas siswa sejak dini.
Program kerja ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah maupun perangkat Desa Kauman, yang menilai kegiatan semacam ini relevan dengan kebutuhan pendidikan karakter di era digital saat ini.
Mahasiswa KKN Undip yang ditempatkan di Desa 6 berharap modul ajar yang telah disusun dapat terus dimanfaatkan oleh guru-guru setempat, bahkan setelah masa penugasan KKN berakhir, sebagai salah satu bentuk kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan di Desa Kauman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan