Jumat, 26 SEPTEMBER 2025 • 16:20 WIB

Menuntut Ilmu Tak Kenal Usia: Wiwik Dahani Lulus S3 Kimia ITS di Usia 63 Tahun

Author

Proses riset disertasi yang dilakukan Wiwik Dahani di laboratorium Universitas Trisakti (its.ac.id)

INDOZONE.ID - Siapa bilang menuntut ilmu hanya untuk yang masih muda? padahal tidak seperti itu. Menuntut ilmu itu bisa kapan pun, tidak memandang latar belakang termasuk usia. 

Hal ini dibuktikan oleh wisudawan Program Studi S3 Kimia, Fakultas Sains Analitika Data (FSAD) Institut Teknologi Sepuluh Nopember, yaitu Dr. Wiwik Dahani. Diketahui, ia lulus S3 pada usia 63 tahun, dan akan diwisuda tanggal 27 mendatang.

Baca juga: Inovasi Mahasiswa UGM Satukan Pemerahan dan Pasteurisasi Otomatis untuk Susu Kambing yang Lebih Aman

Dosen Universitas Trisakti ini mengungkapkan bahwa motivasi lanjut kuliah karena kecintaannya dalam mengajar. Ia mengaku, bahwa ini sudah menjadi bagiannya mencari makna hidup.

“Saya ingin memotivasi orang-orang di sekitar untuk semangat menuntut ilmu, yakni dengan menunjukkan jika saya bisa kenapa mereka tidak,” tuturnya.

Baca juga: Ilmu Politik Unhas Gelar Dialog Publik Soal Peran Negara dalam Ketersediaan Pangan Lokal

Kampus Impian Sejak SMA

Pilihannya terhadap ITS bukan tanpa alasan, ia menyebut bahwa ITS jadi kampus impiannya saat masih SMA. Ditambah Surabaya sebagai kampung halamannya, sehingga semakin mantap untuk melanjutkan studi.

“Teman lama saya banyak yang di ITS, selain itu lingkungannya juga sangat mendukung dan maju untuk doktoral saya,” ungkapnya.

Ibu tiga anak ini menyebut, program doktor Kimia ITS cocok dengan keilmuan yang ia geluti, khususnya tentang pertambangan. 

Baca juga: Tas Lipat Multifungsi Karya Mahasiswa ITB, Lahir dari Observasi Sederhana jadi Solusi Sehari-hari

Kendala Fisik Jadi Salah Satu Tantangan

Wiwik mengangkat judul disertasi “Pembuatan Frother Berbasis Minyak Sawit Mentah dan Karbon Aktif Bambu untuk Pemisahan Monasit dari Tailing Penambangan Timah”. Ia mendalami teknik pengambilan logam tanah jarang di Indonesia, biar lebih efisien.

Baca juga: Maba UI Wajib Tahu! Hal Unik di 5 Fakultas UI yang Cuma Diketahui Orang Dalam

Dalam perjalanan studinya, tak selamanya berjalan mulus. Kendala fisik menjadi salah satu faktor hambatan yang dilaluinya. Bahkan, sebelum sidang promosi doktor, Wiwik sempat masuk rumah sakit karena kondisi kesehatannya. 

Walaupun demikian, ia mengaku bahwa kuliah bisa membuat fisiknya lebih baik dibandingkan sebelumnya. 

Baca juga: PGSD BINUS University Luncurkan Beasiswa 100 Persen, Berkomitmen Cetak Guru Standar Internasional

Yakin dan Fokus pada Tujuan

Keteguhan untuk melalui segala rintangan nya, tidak lepas dari dukungan keluarga dan orang sekitarnya. Pada awalnya, anak-anaknya sempat ragu, walaupun pada akhirnya mereka turut mendukung keputusan tersebut. 

Dukungan dari kampus ia mengajar juga memudahkan perjalanan Wiwik selama proses menuntut ilmu. Hingga akhirnya, ia berhasil menyelesaikan studi doktoral selama tiga tahun. Ia mengatakan bahwa kunci keberhasilannya berasal dari keyakinan dan fokus pada tujuan.

Baca juga: IoT dari Kampus untuk Tambak: Inovasi Tim PENS Sumenep Bangun Sistem Peringatan Dini Kualitas Air Udang Vaname

“Jika kita punya keyakinan, maka mantapkan dan jalani itu dengan sepenuh hati,” tegasnya.

Setelah sukses meraih gelar doktor, Wiwik mengaku akan tetap berkarya di sisa waktu masa kerjanya, sebelum pensiun di usia 65 tahun. Ia ingin memberikan manfaat sebanyak-banyaknya bagi semua orang. 

“Jika bisa, setelah pensiun pun saya tetap ingin turut berkarya dan memberikan manfaat,” tutur Wiwik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Its.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU