Selasa, 30 SEPTEMBER 2025 • 15:21 WIB

Ajak Generasi Muda, Mahasiswa BINUS Ciptakan Eco Enzyme dan Solusi Bersih Lingkungan Lewat Biospheric Competition

Author

Potret kegiatan Biosphoric Competition (Istimewa)

INDOZONE.ID - Isu keberlanjutan nggak lagi sebatas jargon, tapi di lingkungan kampus isu ini justru jadi fokus mahasiswa bioteknologi untuk mencari solusi nyata.

Program Studi Bioteknologi Bina Nusantara (BINUS) University hadir dengan inovasi ramah lingkungan bernama eco-enzyme dan melibatkan anak muda lewat Biospheric Competition.

Eco-Enzyme: Limbah yang Disulap Jadi Produk

Kalau biasanya limbah organik seperti kulit buah atau potongan sayuran dibuang begitu saja, mahasiswa bioteknologi justru menemukan ladang manfaat.

Baca juga: Juara 1 PTGC 2025, Inovasi Energi dan Air Bersih Karya Mahasiswa ITB untuk Petani di Daerah 3T

Mereka memproses sampah menjadi cairan fermentasi dengan gula dan air yang diberi nama eco-enzyme. Cairan ini bermanfaat sebagai pembersih alami karena sifatnya antibakteri dan antijamur.

Produk eco enzyme mahasiswa Bioteknologi (Istimewa)

Penggunaannya pun disalurkan ke produk kebersihan, mulai dari personal care (sabun cuci tangan alami) sampai homecare disinfectant (sabun cuci piring, deterjen, hingga multipurpose spray).

Berdasarkan uji ilmiah, kemampuan membunuh bakteri, rasa bersih, tekstur, hingga aroma eco-enzyme punya potensi besar untuk memenuhi konsep circular economy.

Baca juga: Mahasiswa BINUS Unjuk Gigi di Kancah Internasional, Lolos Festival Game Developer BIC 2025 di Korea Selatan!

Jadi masyarakat bisa memanfaatkan limbah organik, mengurangi pencemaran lingkungan, sekaligus menghasilkan produk yang bernilai.

Biospheric Competition: Ajang Ide Canggih Siswa SMA

Bukan hanya BINUS, mahasiswa bioteknologi juga mengajak generasi muda lewat kompetisi Biospheric. Mengusung tema Leveraging Bioresources for a Sustainable Future, kompetisi ini berhasil menarik peminat siswa SMA hingga 82 tim.

Suasana Biospheric Competition dan uji coba lab produk Bioteknologi. (Istimewa)

Baca juga: PGSD BINUS University Luncurkan Beasiswa 100 Persen, Berkomitmen Cetak Guru Standar Internasional

Biarpun masih SMA, ide mereka terbilang menjanjikan, salah satunya:

  • Bioplastik dari limbah organik untuk mengurangi plastik sekali pakai.
  • Chitosan untuk membersihkan sungai.
  • Kosmetik berbahan limbah buah.

Kegiatan ini jadi wadah bukan sekadar prestasi, tapi juga meningkatkan awareness generasi muda terhadap tantangan SDGs di dalam negeri. Selain lomba, peserta juga mendapat pelatihan bioteknologi, jadi paham teori sekaligus pengembangannya.

Baca juga: Solusi “Anak Ipad”, Mahasiswa Binus Ciptakan Boneka Pengontrol Screen Time

Inovasi produk eco-enzyme dan ajang Biospheric Competition yang diusung mahasiswa jadi kontribusi nyata BINUS dalam mendukung target pembangunan berkelanjutan.

Mulai dari Good Health and Well-Being (SDG 3), Clean Water and Sanitation (SDG 6), hingga Responsible Consumption and Production (SDG 12). Bahkan ikut mendorong Climate Action (SDG 13) dan Partnerships for the Goals (SDG 17).

Kami menyelenggarakan perlombaan dan pelatihan bagi siswa SMA maupun masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran serta keterampilan dalam menciptakan inovasi ramah lingkungan,” pungkas Dr. Dwiyantari Widyaningrum, Ketua Program Studi Bioteknologi BINUS University.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Release

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU