INDOZONE.ID - Lulusan program studi Teknik Lingkungan memiliki peluang kerja yang sangat beragam.
Bidang ini banyak dibutuhkan di banyak sektor, mulai dari perusahaan swasta, lembaga pemerintah, organisasi non-profit, hingga dunia pendidikan.
Berikut tujuh prospek kerja teknik lingkungan yang berkaitan dengan keberlanjutan dan pelestarian alam.
7 Prospek Kerja Teknik Lingkungan
Baca juga: Tak Hanya di Apotek, Ini 7 Prospek Kerja Menjanjikan Lulusan Farmasi
1. Konsultan Lingkungan
Konsultan lingkungan berperan membantu perusahaan atau pemerintah untuk menilai dampak suatu kegiatan terhadap alam.
Mereka bertugas menyusun dokumen seperti AMDAL, UKL-UPL, serta memberikan rekomendasi agar proyek tetap berjalan tanpa merusak ekosistem.
Keahlian yang dibutuhkan dalam pekerjaannya, meliputi analisis data lingkungan, pemahaman regulasi, dan kemampuan menulis laporan.
Konsultan lingkungkan dapat bekerja di perusahaan konsultan, proyek pembangunan, hingga lembaga pemerintah.
2. Manajer Lingkungan
Manajer lingkungan bertanggung jawab untuk memastikan seluruh aktivitas di perusahaan mematuhi aturan lingkungan.
Mereka harus mengawasi pengelolaan limbah, emisi, serta penggunaan sumber daya agar lebih efisien.
Kemampuan memadai yang harus dimiliki manajer lingkungan adalah manajemen risiko, kepemimpinan, serta pemahaman hukum tentang lingkungan.
Dengan kemampuan tersebut, posisi mereka banyak dibutuhkan di sektor industri, seperti manufaktur, pertambangan, maupun energi.
Baca juga: Kolaborasi UPH dan Singapore Polytechnic Hadirkan Inovasi Nyata bagi Lingkungan dan Masyarakat
3. Pengelola Kualitas Air
Pengelola kualitas air bertugas memantau dan menganalisis kondisi air bersih maupun air limbah.
Pekerjaannya akan melibatkan pengujian laboratorium serta pengoperasian instalasi pengolahan air, agar hasilnya dapat memenuhi standar kesehatan.
Keahlian yang dibutuhkan dalam bidang ini meliputi analisis kimia air, penggunaan alat laboratorium, pengolahan data.
Profesi pengelola kualitas air bisa ditemui di PDAM, perusahaan pengolahan air, maupun dinas lingkungan hidup.
4. Petugas Daur Ulang
Petugas daur ulang berperan penting dalam mengelola sistem pengurangan sampah dari hulu hingga hilir.
Mereka merancang program pemilahan sampah, mengelola bank sampah, dan mengedukasi masyarakat tentang gaya hidup minim limbah.
Keahlian yang perlu dimiliki, yaitu komunikasi pubrik, manajemen sampah, serta inovasi produk daur ulang.
Peran mereka banyak dijalankan di organisasi lingkungan, pemerintah daerah, maupun perusahaan rintisan yang bergerak di bidang pengelolaan sampah.
5. Pengelola Limbah
Tugas utama pengelola limbah adalah memastikan limbah industri diolah sesuai standar sebelum dibuang ke lingkungan.
Mereka mengoperasikan instalasi pengolahan limbah (IPAL) dan mengontrol bahan berbahaya agar tidak mencemari tanah maupun air.
Pekerjaan ini membutuhkan pemahaman terkait teknologi IPAL, keselamatan kerja, dan regulasi limbah B3.
Posisi tersebut umumnya tersedia di rumah sakit, pabrik, dan kawasan industri yang menghasilkan limbah dalam jumlah besar.
6. Ahli Ekologi
Ahli ekologi melakukan penelitian tentang kondisi ekosistem, keanekaragaman hayati, serta dampak aktivitas manusia.
Mereka melakukan studi lapangan untuk mengetahui kondisi ekosistem serta memberikan rekomendasi kebijakan konservasi.
Ahli ekologi banyak bekerja di lembaga riset, taman nasional, dan organisasi non-pemerintah yang bergerak di bidang pelestarian alam.
Baca juga: Itera Bantu Warga Desa Wawasan Ubah Limbah Ternak Jadi Biogas Lebih Bersih
7. Insinyur Energi
Insinyur energi mengembangkan teknologi energi terbarukan seperti panel surya, biogas, atau energi angin.
Mereka betugas mencari solusi agar kebutuhan energi terpenuhi tanpa merusak lingkungan.
Keahlian yang perlu dimiliki adalah efisiensi energi, teknologi ramah lingkungan, dan analisis sistem.
Insinyur energi semakin dibutuhkan di perusahaan energi dan startup teknologi hijau seiring meningkatnya perhatian terhadap isu perubahan iklim.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hotcourses.co.id